4 Tips Menggunakan V-Belt agar Lebih Awet dan Tidak Putus di Tengah Jalan

Pada motor matic, V-Belt CVT menjadi bagian yang sangat penting untuk menggerakkan roda. Bahkan sparepart inilah yang membedakan antara motor matic dengan persneling. Layaknya rantai, sebenarnya V-Belt CVT juga sangat rawan mengalami putus di tengah jalan.

Walaupun jarang terjadi, tapi jangan sampai V-Belt CVT putus terjadi pada Anda. Oleh karena itu, Anda harus bisa memahami tips merawat V-Belt CVT dari superbengkel.co.id, agar lebih awet dan bisa menghindari putus di tengah jalan.

Tips Menggunakan V-Belt CVT

Rutin Mengecek Kondisi

Tips pertama yang bisa Anda lakukan untuk bisa menjaga kondisi V-Belt CVT tetap dalam kondisi prima adalah dengan rutin mengecek kondisi CVT tersebut. Karena pada dasarnya jika mengikuti anjuran dari pabrik, V-Belt memiliki masa pakai sekitar 20.000 sampai 25.000 kilometer. Sehingga setiap mencapai kilometer tersebut, maka disarankan untuk diganti.

Tapi tidak jarang karena pemakaian motor matic yang cukup sering dan keras, menyebabkan V-Belt menjadi lebih cepat aus atau rusak. Oleh sebab itu, disarankan rutin melakukan pengecekan kondisi V-Belt. Anda bisa mengeceknya secara rutin setiap 8 bulan sekali atau setiap 8000 kilometer sekali. Pastikan bahwa V-Belt masih bagus, tidak retak, dan tidak aus.

Berkendara dengan Normal

Tips selanjutnya jika ingin memperpanjang masa pakai V-Belt adalah dengan berkendara normal. Arti dari berkendara dengan normal adalah kurangi kebiasaan menarik gas dengan cepat dan mendadak. Memang Anda bisa mendapatkan akselerasi yang cepat dan menantang. Tapi perlu Anda ketahui itu bisa menyebabkan masa pakai V-Belt menjadi lebih pendek dan cepat rusak.

Penarikan gas secara cepat bisa membuat V-Belt bekerja dengan ekstra dan jangka panjang bisa menjadi molor. Efek dari kebiasaan ini bisa Anda rasakan seperti tarikan gas cepat yang sudah tidak seenak ketika V-Belt masih baru, karena V-Belt tersebut sudah molor.

Hindari Penggunaan Sparepart Racing untuk Harian

Salah satu masalah yang jarang dipahami para pengguna matic adalah V-Belt bisa lebih cepat aus dan minta ganti ketika ada sparepart lain dengan karakter racing. Biasanya ada yang mengkombinasikan roller dan per kopling dengan versi racing.

Efeknya V-Belt akan menjadi kalah. Karena produk V-Belt yang Anda gunakan tidak diperuntukan untuk racing. Jika ada sparepart lain yang berkarakter racing, pastikan juga mengganti V-Belt yang lebih kuat dan bagus. Jika masih menggunakan V-Belt bawaan, maka pilih sparepart racing yang tidak terlalu memaksa kinerja V-Belt. Sehingga bisa cocok untuk penggunaan harian.

Rutin Dibersihkan

Untuk memperpanjang masa pakai V-Belt, Anda juga harus sering-sering membersihkannya. Mungkin sedikit rumit jika ingin membersihkannya. Tapi ini bisa membuat V-Belt menjadi awet dan tahan lama serta tarikan akan tetap enteng.

V-Belt adalah bagian motor matic yang wajib dijaga kondisinya. Jika tidak, Anda bisa mengalami peristiwa V-Belt putus di tengah jalan. Agar terhindar dari risiko tersebut, usahakan rutin mengecek dan mengganti jika memang sudah aus, keras, dan pecah-pecah.

Leave a Comment