Cara Terbaik Dalam Membuat Jurnal Ilmiah

Membuat jurnal ilmiah merupakan salah satu tugas yang harus dikerjakan saat berada di bangku perkuliahan. Selain memang dikerjakannya boleh dibuat secara individu atau kelompok jurnal imiah juga merupakan salah satu syarat kelulusan bagi kalian yang sedang berada di tingkat akhir masa kuliah.

Membuat jurnal ilmiah, tak hanya sebatas mahasiswa saja yang boleh mengerjakannya, masih banyak beberapa profesi yang harus membuat penelitian ini demi menunjang karirnya, profesi lain yang selalu membuat jurnal ilmiah yakni guru, dosen, peneliti, professor, jurnalis dan masih banyak lagi.

Cara dalam membuat jurnal ilmiah juga terbilang cukup sulit, karena harus memahami betul isi dari jurnal tersebut, dimulai dari judul, abstrak, pendahuluan, pembahasan hingga penutup. Namun, jangan khawatir bagi kalian yang ingin membuat jurnal ilmiah, tapi masih binging cara membuat nya bagaimana. Yuk simak baik-baik ulasannya di bawah ini.

Cara Terbaik Dalam Membuat Jurnal ilmiah

Judul

Hal pertama yang harus sobat lakukan ialah menentukkan judul terlebih dahulu, karena pada bagian ini pembaca akan menjadi tahu isi dari paper yang dibuat. Pada bagian judu tentu harus memuat pokok pembhasan dari isi jurnal, mulai dari metode dan objek yang akan dipakai.

Dalam menentukkan judul, jangan lebih dari 12 kata untuk bahasa indonesia dan untuk bahasa inggris tidak boleh lebih dai 10 kata. Hal ini, agar pembaca lebih mudah memahami judul yang kamu buat. Penulisan judul tentunya memiliki kaidah-kaidah tertentu diantaranya, ditulis dengan huruf kapital, dcetak tebal dan berada di tengah atas halaman.

Baca Juga: Perbedaan D1, D2, D3, D4, dan S1

Abstrak

Pada bagian ini, sobat harus menuangkan sedikit uraian atau kesimpulan dari paper yang dibuat. Abstrak merupakan bentuk ringkasan atau penjelasab singkat untuk memudahkan pembaca dalam memahami jurnal ilmiah.

Adapun unsur-unsur yang terdapat pada abstrak diantaranya:

  1. Dalam membuat abstrak harus memuat unsur argumentasi yang logis serta terdapat observasi untuk dapat memcahkan suatu masalah.
  2. Memuat unsur metode yang dipakai dalam memecahkan masalah
  3. Memuat unsur dari hasil yang dicapai atau kesimpulan yang dihasilkan dari paper tersebut.
  4. Memuat unsur sederhana (singkat, padat, jelas) hal ini agar dapat membatu pembaca dalam memahami isi paper

Penulisan pada abstrak, bagian judul diketik dengan menggunakan huruf kapital dengan ukuran font 14, dicetak tebal, dan disesuaikan dengan aturan tempalte jurnal yang disediakan.Kemudian untuk isi dari abstrak, ditulis dengan posisi rata kanan kiri dengan jumlah kata maksimal 250 kata dengan menggunakan font size 12. Dan dalam penulisan kata kunci pada bagian abstrak harus memuat tiga sampai lima kata kunci.

Pendahuluan

Bagian pendahuluan biasanya mencakup kasus yang hendak dibahas. Kasus yang akan dibahas harus disesuaikan dengan judul penelitian, mulai dari membahas masalah yang dikaitkan dengan teori hingga diakhiri dengan tujuan penelitian.

Sub judul bagian pendahuluan harus ditulis dengan huruf kapital, dicetak tebal, font size 12. Untuk isi dari pendahuluan ditulis menggunkan font ukuran 12, tidak boleh ditulis dengan huruf tebal. Penentuan sub judul pendahuluan dan isi dari pendahuluan berlaku juga untuk bagian metode penelitian, pembahasan, kesimpulan dan daftar pustaka.

Metode Penelitian

Dalam membuat jurnal ilmiah harus mencantumkan metode penelitian, hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat memahami tahapan-tahapan yang dibahas dalam menulis jurnal penelitian. Metode penelitian memiliki tujuan untuk mendapatkan suatu data atau kebenaran yang dilakukan secara sistematis berdasarkan logika dan fakta.

Pembahasan

Bagian ini menjadi sumber utama atau pokok utama dalam menuliskan jurnal ilmiah, pasalnya pada bagian ini lah, menjadikan pembaca tahu tentang isi semua dalam paper yang ditulis. Dalam membuat pembahasan pada jurnal ilmiah harus dibuat secara ringkas, dengan memaparkan terlebih dahulu bagian penemuan.

Baca Juga: Cara Memilih Jurusan Kuliah Agar Tidak Menyesal

Kesimpulan

Kesimpulan berisikan hasil dari pembahasan yang kamu buat. Pada bagian ini, memuat segala yang sudah di jelaskan pada bagian pembahasan. Dalam kesimpulan tuangkan kelebihan serta kekurangan pada penelitian. Serta, tuliskan saran untuk proses penelitian selanjutnya.

Daftar Pustaka

Bagian ini merupakan bagian terakhir dalam penulisan jurnal ilmiah. Daftar pustaka pada jurnal ilmiah memuat sumber referensi yang dijadikan bahan pembuatan jurnal ilmiah yang akan disusun. Sumber referensi dapat di peroleh dari buku, jurnal, artikel, skripsi atau media lainnya. Cara membuat jurnal ilmiah bagian daftar pustaka sudah pasti tidak sama semua, ada aturan dari setiap sumber yang digunakan.
Untuk dapat mempermudah penulisan daftar pustaka, yakni dapat menggunakan software bernama mendeley. Aplikasi ini berfungsi untuk membuat daftar pustaka secara otomatis. Selain itu, aplikasi ini juga terdapat beberapa model dalam menyitasi sumber referensi yang kamu inginkan.

Nah itulah tadi beberapa cara terbaik dalam menuliskan jurnal ilmiah, semoga dengan ini kamu dapat dengan mudah menulis jurnal ilmiah.

Leave a Comment